Infoteratas.com - Buni Yani mendapat penghargaan 'Pejuang Islam Medsos Award' dari Forum Umat Islam (FUI) dan media Suara Islam di Jakarta, Ahad (25/2). Penghargaan ini diserahkan oleh Imam Shalat Jumat Aksi Bela Islam 212, KH M Nasir Zen di Masjid Baiturrahman, Jl Saharjo, Jakarta Selatan. "Penghargaan ini untuk menambah motivasi kepada Buni Yani bahwa apa yang dilakukannya memberikan inspirasi besar bagi perjuangan Islam di Indonesia," terang Sekjen FUI, KH Muhammad Al Khaththath.
Buni Yani tidak menyangka menerima penghargaan ini. Karena apa yang dilakukannya semata-mata memberikan informasi kepada masyarakat lewat FB. Ia menjelaskan bahwa banyak kalangan mendukungnya. "Prof Mudzakir dan Prof Romli ahli hukum pidana, menyatakan saya tidak bersalah," terangnya kepada wartawan.
Dalam pengajian Majelis Taqarub Ilallah siang tadi, pengurus MUI Pusat Anton Tabah juga menyatakan dukungannya untuk Buni Yani. "Sementara untuk Ahok jelas menista agama. Dan para penista agama tidak ada yang lolos dari hukum. Mulai dari Arswendo, Permadi, Lia Eden dan Mossadeq," terangnya.
Dalam pengajian itu, Anton juga menceritakan pengalamannya memperjuangkan jilbab di Polri selama enam tahun. "Alhamdulillah akhirnya berhasil,"ungkapnya.
Sementara itu KH Nasir Zen menjelaskan tentang keberkahan Aksi Bela Islam 212. Diantaranya: jumlah massa jutaan yang berkumpul, kumpulnya massa dari berbagai lapisan umat, banyak kaum dhuafa yang ikut serta, banyaknya musafir yang hadir dan turunnya hujan di hari Jumat. Rasulullah Saw menyatakan bahwa ketika turun hujan doa itu akan dikabulkan.
Dalam acara pengajian bulanan yang dihadiri ratusan jamaah itu juga dikumpulkan dana untuk membantu Buni Yani. Dana sementara yang terkumpul enam juta rupiah. Padahal 'pada jaman dahulu kala' Buni Yani sempat menulis status waspada terhadap ustad, juga pernah menyindir ustad Solmed dalam statusnya. Miris juga. Pejuang Islam medsos, tapi dulunya pernah bikin status provokasi menyangkut biaya kuliah untuk menjadi ustad. Sayang sekali Akun Buni Yani ini sudah dinonaktifkan facebook. Bisa Jadi masih ada status-status provokasi lainnya, mengingat sejak dulu Buni Yani sudah sangat kritis. Bagaimana menurut anda?(vr@Infoteratas.com)
0 Komentar