Kedua pelaku ditangkap di kawasan Tambun, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, pada pukul 15.30 WIB. Kedua pelaku yang ditangkap yakni RBB dan ES. Keduanya ditembak karena melawan polisi saat ditangkap.
Kabag Mitra Ropemnas Divisi Humas Mabes Polri, Komisaris Besar Awi Setiono, mengatakan, kedua pelaku tengah dibawa ke RS Polri.
“Betul, dua pelaku sudah ditangkap. Total, pelaku ada empat dan dua lainnya masih dikejar,” ujar Awi saat berbincang di tvOne.
Awi menjelaskan, para pelaku ditangkap berdasarkan barang bukti yang masih berada di lokasi kejadian. “Pelaku ditangkap lantaran adanya berkas sidik jari yang tertinggal di lokasi kejadian, untuk selanjutnya kami kembangkan. Nantinya kasus ini akan dirilis secara detail oleh Polda Metro Jaya,” ucap Awi.
Sebelumnya diberitakan, telah terjadi pembunuhan secara sadis di perumahan elite Jalan Pulomas Utara nomor 7A Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa pagi, 27 Desember 2017.
Sebanyak 11 orang yang berada di rumah mewah disekap oleh pelaku tidak dikenal. Dari jumlah itu, enam orang tewas dibunuh pelaku yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra (16), Dianita Gemma (9), Amel, yang merupakan teman anak korban, Yanto yang merupakan sopir dan Tarsok yang juga merupakan sopir.
Sedangkan lima orang lainnya yang masih hidup yakni, Zaneeta Kalila, Emi, asisten rumah tangga, Santi, asisten rumah tangga, Fitriani, asisten rumah tangga, dan Windy yang juga merupakan seorang asisten rumah tangga.
Polisi Tembak Dua Pelaku Perampokan Pulomas
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan perihal penangkapan tersebut.
“Iya benar sudah ditangkap dua orang,” kata Argo ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu 28 Desember 2016.
Argo pun menuturkan, keduanya ditangkap di daerah Tambun, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, sekira pukul 15.30 WIB. “Saat ini saya sedang menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara),” ujarnya.
Namun, ia belum bisa memastikan identitas dan kronologis penangkapan kedua pelaku ini. Kata Argo, saat ini tim masih di lapangan.
Cara Komplotan Masuk ke Rumah Dody, mengambil celah, saat mobil keluar rumah.
Berdasarkan pemeriksaan pelaku yang tertangkap, di antaranya RBB dan ES, ia menjelaskan, keduanya masuk secara bergantian ke rumah mewah Dody itu.
“Jadi, yang bersangkutan (pelaku) itu masuk saat pintu gerbang terbuka dan mobil keluar. Di antara mobil keluar itu, barulah para pelaku mengendap-endap masuk ke dalam rumah,” ujar Awi, saat dihubungi tvOne, Rabu 28 Desember 2016.
Awi menambahkan, pelaku berinisial RBB itu merupakan kapten dari kelompok perampok tersebut. Dia yang pertama kali masuk ke rumah, kemudian disusul dengan ES.
“RBB ini yang mengumpulkan pelaku untuk merampok rumah korban. Dia juga yang memukul kepala Dody dengan pistol,” kata Awi.
Sementara itu, lanjut Awi, untuk peran ES juga ikut menganiaya korban. Awi memastikan, masih ada dua pelaku lainnya yang dikejar.
Pria ini tercatat di berbagai media online merupakan kawanan perampok spesialis rumah elite.
Oktober tahun 2010 ia ditangkap jajaran Polda Jawa Tengah.
amlan tercatat sebagai pimpinan perampok kelompok Medan.
Kawanan perampok ini beraksi menggunakan senjata tajam dan senjata api dan kawanan ini dibekuk di Bekasi.
Sementara itu pada Agustus 2015 kawanan yang dipimpin oleh Ramlan Butar-Butar ini juga tertangkap pihak kepolisian.
Seperti aksi-aksi sebelumnya Ramlan dan kawan-kawan selalu menyasar rumah warga asing dan rumah elite.(vr)
0 Komentar